Translate

Senin, 19 Oktober 2015

Juara Umum Color Guard Contest BMBC 2015 Bandung

Menjadi juara adalah bukan tujuan kami yang sebenarnya, namun menampilkan yang terbaik dari yang kami miliki dan senantiasa untuk membuat juri & penonton bahagia melihatnya, itulah tujuan kami.

Bergabung bersama Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia, adalah memang impian gw sejak SMP dulu, yang kita ketahui itu memang mimpi dari kebanyakan orang yang emang menyukai dunia marchingband terutama colorguard. Kemarin itu pertama kalinya gw ikutan colorguard di Bandung. Sebuah ajang bergengsi untuk menujukkan kekuatan band di Indonesia. Awalnya sempet ngeluh karena latihannya banyak banget, padet, sampe ga jarang untuk bolos masuk kelas demi ke lapangan buat latihan. Dari senin sampe minggu, dari jam 4 sore sampai jam 11 malem, dan begitu seterusnya. Gw latihan tos saber, koreografi dan lainnya dibawah naungan terik mentari yang segera meredup sampai ditemani rembulan malam itu adalah konsumsi gw dan temen temen CG MBUI tiap hari sejak 10 bulan belakangan ini.
Gw dan temen temen ga nyangka bisa dapetin posisi pertama dari BMBC Color Guarad contest kemarin. Yang ada di otak kita itu cuman main maksimal dan pake hati, sebaik mungkin, serapih mungkin. Deg degan banget pas mau mulai, antara takut ini lah takut itu lah. Semuanya akan kami tampilin dalam 6 menit doang, hemmmm...

Ngeliat band band lain yang latihannya juga super ketat dan kemampuannya tinggi tinggi, menjadi motivasi banget buat gw dan temen temen lainnya buat berusaha keras juga, sempet sih jiper dikit hehehe..
Okeeee langsung aja deh, daripada penasaran ini nih daftar pemenang BMBC Colorguard Contest 2015 kemarin.

Juara Umum : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia

Kategori Movement Analysis Terbaik
Juara 1 : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia
Juara 2 : Colorguard Gita Handayani
Juara 3 : Colorguard Bahana Suara Tapin

Kategori Individual Equipment Terbaik
Juara 1 : Colorguard Gita Handayani
Juara 2 : Untitle Colorguard
Juara 3 : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia

Kategori Ensemble Analysis Terbaik
Juara 1 : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia
Juara 2 : Colorguard Gita Handayani
Juara 3 : Colorguard Bahana Suara Tapin

Kategori General Effect Terbaik
Juara 1 : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia
Juara 2 : Colorguard Gita Handayani
Juara 3 : Colorguard Bahana Suara Tapin

Peringkat Juara all star 
Juara 1 : Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia
Juara 2 : Colorguard Gita Handayani
Juara 3 : Colorguard Bahana Suara Tapin
Juara 4 : Colorguard Locomotive
Juara 5 : Untitle Colorguard
Juara 6 : Queen Colorguard
Juara 7 : Greenfield Colorguard
Juara 8 : Colorguard Glavarius

Ga nyangka banget pas pengumuman pemenang, Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia di nobatkan sebagai Peraih Juara Umum Colorguard Contest BMBC 2015. Seneng pas satu satu nama band gw di sebutin dalam 4 kategori tersebut, yang dapet 3 kali diposisi utama, dan otomatis menjadi juara umum.

Kalo ngeliat band band lain itu sebut saja band dari Aceh atau Kalsel, kami memang bermain tidak sebagus mereka. namun gw dan temen temen kemarin selalu menyajikan paket lomba kemarin dengan hati dan kemampuan yang terbaik yang gw dan temen temen latih setiap harinya. Betul saja perbedaan nilai pun tidak begitu jauh antara band Runner Up CG Contest kemarin.

Sebagai salah satu Unit Marchingband terbaik di negeri ini, gw merasa bangga banget dengan pencapaian yang dilakukan. Karena dalam sejarahnya Colorguard Madah Bahana Universitas Indonesia, tahun ini mendapatkan juara umum di Colorguard Contest BMBC ke-6 untuk pertama kalinya.
Melihat kami memiliki banyak kekurangan, terutama di bidang Individual Equiment yang kami mendapatkan posisi ke 3, membuat kami sadar bahwa kami bukan band yang sempurna. Namun gw dan teman teman selalu berusaha menonjolkan kelebihan yang dimilikin untuk meutup kekurangan tersebut.


Terimakasih untuk Allah SWT
Terimakasih untuk mama, ayah & kakak perempuan saya
Terimakasih untuk para pelatih, Ka Dedi, Ka Cetar, Mas Sopwan, & Mas Tobbi
Terimakasih untuk para senior Colorguard MBUI
Terimakasih untuk team Colorguard MBUI 2015
Terimakasih untuk pengurus MBUI 2015
Terimakasih untuk official Colorguard MBUI 2015
Terimakasih untuk seluruh pasukan MBUI 2015
Terimakasih untuk seluruh penggemar marchingband di Indonesia, yang mencintai MBUI.

Keberhasilan ini adalah buah dari hasil latihan dan kerja keras kami sama – sama
Tetap dukung kami, Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia, untuk menjadi band yang lebih baik.
Sampai jumpa di Grand Prix Marching Band XXXI

Sesungguhnya kalian semua mencintai dan mengagumi MBUI.

Kamis, 23 Juli 2015

Masih Menanti

Halo apa kabar disana?

Hari ini terasa masih sama bagiku. Ratusan hari telah ku lalui sendiri. Ditengah jutaan kisah yangku simpan apik hingga hari ini. terjebak akan kisah lalu yang seakan tidak bisa terlupakan membuat ku selalu berharap akan harapan kosong itu. Kita lalui hari yang pendek dengan penuh tawa, membuat ku seolah yakin akan kamu. Dibalik senyumku yang selalu terselip harap akan masa depan yang lebih indah, hanya kandas di tengah jalan. Aku sedih akan ini semua. Sekarang aku telah sendiri menanti hari menanti yang tak pasti. Berharap akan indahnya hari suatu saat nanti.

Namun sampai berapa kali ku lewati september seorang diri? Tidak kah kamu mengingatnya dulu? Secercah untaian, setapak harapan, setitik kenangan, sehari yang pernah kita lweati bersama..
Aku masih menunggu. Dan aku belum terlalu kuat untuk membuka hati untuk yang lain. Ini terlalu sakit. Terlalu lemah aku saat ini untuk menerima kesendirian tanpa kamu yang semakin jauh dan semakin lupa akan aku. Kenapa begitu jahat?  Hati ini telah merindu untuk setiap detiknya. Diri ini telah menunggu untuk waktu yang lama. Mata ini telah banyak meneteskan air kesedihan.

Kamu yang membuatku nyaman dan menggantung jutaan untaian harapan. Dan kamu yang pergi jauh meninggalkan...

Sabtu, 04 Juli 2015

LAKI LAKI KETURUNAN KETIGA...




Petang itu, diri ini sontak langsung terdiam, terasa sesak di dada, seolah tidak bernafas. Terbayang akan kejadian setahun lalu akan diri ini yang menjadi seorang pecundang kehormatan, mengundurkan diri dari sebuah transisi besar. Dan kali ini dia yang di perjuangkan olehnya utuk menmepuh impiannya itu, Meneruskan tongkat kehormatan keluarga besar kami, satu satunya penerus kehormatan di keturunan ke tiga.

Cerita ini bukan cerita cinta, bukan tentang persahabatan, atau persaudaraan. Namun cerita ini tentang masa depan, masa depan akan kehormatan dan kemuliaan keluarga kami. Diri ini merasa sangat malu, sungguh sangat malu akan dirinya yang jika nanti berhasil yang akan menjadi kebanggaan keluarga kami seumur hidup. Tadinya akulah yang akan menjadi seperti itu, namun karena ketakutan ku, sekarang ia yang mencobanya.
Ini seperti terlalu menekan ku. Ia yang sedang berusaha menjadi keturnan ketiga keluarga ini yang akan menjadi *******  dan sepanjang hidup pula ia akan dibanggakan nantinya oleh keturunan kami berikutnya.
aku yang terlahir dalam keluarga berdarah ******* memaksa kami para laki laki keturunan ketiga untuk menjadi penerus mereka. jujur dalam hatiku yang teramat dalam masih banyak kebimbangan diriku untuk menjadi bagian dari mereka. menjadi seseorang yang di sebut ******* namun di sisi lain ketika aku melihat yang lainnya menjadi seperi itu seolah ini menjadi tekanan yang tiada hentinya bagiku, ini memukul ku. Aku yang selalu berusaha mencoba memperbaiki masa depanku untuk kelangsungan hidupku dan kedua orangtuaku, dan pada saat itu pula mereka menekan ku untuk menjadi yang seperti mereka inginkan, seolah meneruskan tongkat kehormatan keluarga kami.

Sungguh aku gundah gulana. Tercekik hina memikirkan apa yang harus aku lakukan atas ini semua. Bukan karena aku iri ataupun sirik dengan dirinya yang sedang menjalain masa tranfomasi itu, namun sedih melihat diriku yang masih bimbang dan ragu dalam melangkahkan kaki akan masa depan ku. Masa depan kehidupan kedua orangtua ku. Mereka yang mengharapkan ku untuk menjadi penerus kehormatannya. Seperti yang mereka impikan
Ini terus berlangsung hingga sekarang. Hingga saat aku telah berkuliah di salahsatu Universitas terbaik di negeri ini. hingga aku telah banyak mengkorbankann usia ku, hingga sudah berkepala dua sekarang. sungguh ini sangat menyiksa ku perlahan.

Apa yang aku lakukan jika...

Apa yang harus aku lakukan? Aku tahu itu akan menjadi sebuah cambukan besar bagi kedua orang tuaku. Tekanan bagi mereka karena aku lelaki satu satunya yang mereka miliki, tidak bisa meneruskan tongkat kehormatan keluarga ini. Aku malu. Aku tersiksa. Aku rapuh. Aku takut. Dan aku bingung akan apa yang harus ku perbuat.
Sungguh doa ku ini sangat jahat akan dirinya yang sedang dalam proses transisi itu. Aku tidak menginginkannya mendapatkan kehormatan itu. Sehingga biar semua anak laki laki di keturunan ketiga keluarga ini tidak ada yang bisa menjadi seperti itu. Tidak akan ada yang di unggulkan. Dan tidak akan ada yang akan di rendahkan.
Ohtuhan  tolonglah diriku.

Ampunilah aku atas doa jahat ku ini.
Sungguh aku menjadi orang yang paling jahat mendoakan saudara sepermainan kecil ku dulu seperti ini.
Namun apa daya. Ini memang untuk kebaikan kita bersama. Kebaikan ku, kebaikan orangtua ku, kebaikan abang mu,  kebaikan keluarga besar kita, dan kebaikan laki laki di keturunan ke tiga.